ads

Ads

ads

Mengenai Saya

tempat berbagi info yang akurat dan update, berguna dan menunjang aktivitas sehari-hari

Senin, 22 Juli 2019

4 Alasan ini, Anak Kecil Dilarang Duduk di Jok Depan Mobil


Banyak yang belum menyadari, ketika Anda berdua dengan si kecil mengendarai mobil akan mendudukkan anak di jok mobil depan. Hal ini sudah terjadi secara umum, antara lain alasannya kasihan jika berada di belakang sendirian. Betulkah sikap demikian? Ternyata ini  langkah tyang salah dan bisa sangat membahayakan anak Anda.

Dilansir dari Safe Ride 4 Kids, ditulis suara.com, disebutkan bahwa di beberapa negara sudah diberlakukan larangan anak di bawah usia 10 tahun untuk duduk di jok depan kendaraan. Bahkan di Abu Dhabi, bagi yang melanggar aturan ini akan dikenakan denda hingga 400 Dirham atau sekitar Rp 1,5 juta.

Mau tahu kenapa anak-anak memang sebaiknya duduk di jok tengah? Ini dia alasannya :


1. Risiko besar ketika terjadi kecelakaan

Jok depan mobil memiliki risiko paling besar ketika terjadi kecelakaan. Anak bisa mengalami cedera yang lebih parah akibat benturan.

Meski dilindungi dengan berbagai fitur keselamatan seperti air bag, semua itu dirancang dan disesuaikan dengan postur tubuh orang dewasa, bukan untuk anak-anak.

2. Air bag justru bisa membahayakan

Ini karena air bag akan otomatis mengembang ketika mobil mengalami benturan atau kecelakaan, dengan kecepatan dan kekuatan yang sangat besar. Anak-anak yang tingginya belum setinggi orang dewasa, tubuhnya justru akan 'tenggelam' di dalam kantong udara tersebut. Kekuatan air bag juga akan menghantam tubuh anak, khususnya bagian kepala dan dada. Ini bisa diibaratkan anak ditonjok dengan sangat kencang di bagian wajah dan dadanya.

3. Anak belum memiliki refleks yang baik

Orang dewasa yang duduk di kursi depan bisa memeringatkan supir jika ada hal-hal yang berpotensi membahayakan. Dan jika terjadi kecelakaan, orang dewasa memiliki refleks yang memungkinkannya menghindar untuk meminimalkan risiko.

Tapi, anak-anak tidak memiliki refleks sebaik orang dewasa. Sehingga ketika terjadi benturan atau kecelakaan, anak tak bisa menghindar dan berpotensi mengalami cedera lebih parah.

4. Anak-anak tak bisa duduk diam

Anak-anak cenderung tak bisa diam, entah berusaha berdiri, mencondongkan tubuh ke depan, atau bersandar ke dasbor.

Tindakan ini tentu saja sangat berbahaya. Tak hanya mengganggu konsentrasi dan penglihatan sopir terhadap kondisi jalanan di sekitar, tapi juga membuat anak rentan mengalami benturan saat sopir melakukan pengereman mendadak. 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LightBlog